“Where are you going?”
“On.”
I remembered that one question Harry asked Dumbledore when they met inside Harry’s imagination, a while after Voldemort hit him with the killing curse. And I used to wonder, what did that even mean? “On.”
And then I figured that out when I was asking myself, where I am going now.
It’s never about a state of place —it’s a state of doing, instead.
I don’t think we’re ever meant to stop in one place and die there —no, we keep ON going/walking/thriving/giving/forgiving and so on.
When you’re hurt, you keep on healing.
When you’re lost, you keep on searching.
When you fell down flat on your face, you get up and then you keep on going.
Where? On.
No matter how badly life tries to stumble you down, even if it does succeed on making you fall; you just keep on going.
He will unveil the path —don’t stop now.
Don’t stop, ever.
Tampilkan postingan dengan label random thinking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label random thinking. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 Agustus 2018
Rabu, 17 Mei 2017
Bakar Jembatan
Bagi yang udah nonton film "Critical Eleven" pasti langsung ngeh sama judul diatas. Punchline yang dilontarkan Ale ketika ingin melamar Anya didalam mobil. Sebagai salah satu orang yang sangat menantikan novel Critical Eleven diadaptasi ke layar lebar, tentunya di pemutaran hari pertama pun saya sudah turut serta mengambil bagian untuk menonton. Dan film ini sukses mengaduk-aduk perasaan wanita di usia tanggung seperti saya.
((( USIA TANGGUNG )))
Usia tanggung yang saya maksud adalah quarter-life-crisis atau krisis seperempat abad.
Usia-usia dimana undangan yang kalian terima udah bukan hanya undangan nikahan lagi bahkan udah memasuki zona undangan aqiqah-an.
Usia-usia dimana ketika pembahasan dikala ngumpul dengan temen se-geng udah memasuki harga stroller, pampers yang super dry, dan juga tempat baby spa yang lucu.
Usia-usia dimana mengunjungi mothercare jauh lebih satisfying dari stradivarius.
Usia-usia dimana kalian mulai nelangsa kehilangan temen "maen" karena prioritas mereka udah naik tingkat ke mengurus keluarga.
Usia dimana kamu belum memasuki semua tahapan diatas.
Sedang di zona itu? *mari berpegangan mengelilingi bola dunia*
Back to "Bakar Jembatan". Bakar Jembatan merupakan istilah yang dipakai Ale ketika mengutarakan keinginannya untuk memasuki tahap yang lebih serius bersama Anya. Ibarat dua orang yang sedang menyeberang ke suatu tempat dan melewati sebuah jembatan, ketika tiba di tempat yang dituju mereka memutuskan untuk membakar jembatan itu bersama-sama. It means, no turning back! Ga bakal bisa balik lagi karena jembatan itu merupakan satu-satunya jalan penghubung antara tempat sebelumnya dan tempat yang kalian tuju. Dalam kasus Ale-Anya, Ale merasa yakin bahwa Anya orang yang tepat bagi dia untuk membakar jembatan itu sama-sama. Even ga ada lagi turning back bagi Ale, dia merasa akan baik-baik saja karena telah melakukannya bersama Anya. SAMPAI DISINI ADA YANG TIBA-TIBA INGIN SEGERA MEMILIKI ALE IN HER OWN VERSION? YOU'RE NOT ALONE, GIRLS. *pukpuk*
Bagaimana sih kita bisa yakin sudah menemukan orang yang tepat untuk "bakar jembatan bareng-bareng"? Pertanyaan ini kembali terlontar dikali kedua saya beres nonton Critical Eleven. IYA, 2 KALI. Saking masih kangennya sama Ale jadinya 2 kali. *EH*
Ya, apa sih yang bisa buat kita sebegitu yakinnya? Pertanyaan ini kerap hinggap pada wanita usia tanggung seperti saya. Dengan melihat bahwa tidak semua berakhir bahagia justru membuat saya pun kerap takut. Ada yang ditinggal ditengah jalan, ada yang kehilangan hal yang sangat dinantikan seperti kisah di film Critical Eleven, ada yang harus melepas mimpi-mimpinya karena harus merubah prioritasnya. Ada begitu banyak contoh ga manis yang saya lihat di sekitar. Sebab semua yang manis-manis biasanya lebih sering tersuguhkan di film :') Bukannya saya apatis dengan happiness after marriage, tetapi you know lah melihat contoh nyata lingkungan sekitar membuat kita lebih hati-hati atau bahkan takut.
Perenungan ini terus berlanjut dan membawa saya kepada satu kesimpulan.
Untuk membakar jembatan bareng-bareng, carilah orang yang siap membawa 'minyak' untuk memperbesar nyala apimu. Jangan cari orang yang membawa air, karena itu hanya akan memadamkan apimu. Jangan cari orang yang membawa angin, karena dia hanya akan meniup apimu sehingga kemana-mana. The conclusion is, find the one that dreams the same vision with you. Karena beberapa kegagalan yang terjadi disebabkan karena menghidupi dua visi yang berbeda. Akhirnya di pertengahan jalan mereka sadar, kalau apinya akan segera redup sebelum jembatannya habis terbakar karena yang satu lagi sedang mencoba memadamkannya dengan air.
I hope you got my point :')
"Do two people walk hand in hand if they aren't going to the same place?" (Amos 3:3)
Label:
about life,
CriticalEleven,
LOVE,
random thinking,
review
Senin, 20 Januari 2014
Road to 9 April 2014
9 April 2014 merupakan salah satu tanggal yang ditunggu-tunggu dalam penanggalan tahun ini bagi masyarakat Indonesia. Hari itu semua warga yang sudah memiliki hak memilih akan beramai-ramai memberikan suaranya for the better Indonesia. Yak, kami akan memilih mereka-mereka yang nantinya akan mewakili suara rakyat duduk di kursi legislatif. Bicara soal hak pilih, tahun ini bersyukur banget bisa memilih mengingat pemilu sebelumnya saya masih berdomisili di Bandung. Jujur saja saya belum memiliki gambaran jelas mengenai siapa yang akan saya pilih nantinya. My faith in government has lost, honestly. Pemikiran apatis semacam, "Buat apa saya memilih, toh ga bakalan ngaruh juga. Paling yang bakal naik hanya mereka yang punya koneksi orang dalam" terus menguasai pikiran menjelang 9 April mendatang. The power of "orang dalam" itu somehow emang nyebelin banget. Ada orang-orang yang memang dengan ketulusan hati ingin mencalonkan diri menjadi anggota legislatif harus berlapang dada tidak terpilih karena ada orang-orang berlatarbelakang artis, sodaranya inilah, sodaranya itulah, yang dengan mudahnya bisa melenggangkan kaki menuju bangku-bangku pemerintahan. Yeah, it sounds pathetic! Hal ini pula yang membuat saya seakan-akan give up dengan sistem pemerintahan di negeri ini. Mo bersuara yah ga bakal didenger. Makanya hanya bisa nulis doang ini di blog :p
Dalam jam saat teduh saya, Dia kembali mengingatkan tentang firmanNya di Roma 13. Saya kembali ditegur lewat firman yang saya baca. Selama ini saya selalu mencari celah untuk menutup diri terhadap apapun yang pemerintah lakukan. Seakan-akan semua yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan tanpa menyadari bahwa mereka adalah hamba Allah untuk kebaikan kita (Roma 13:4). Sampai disini saya berpikir, kebaikan semacam apa yang bisa mereka lakukan? Yak, lagi-lagi saya kembali pada keadaan negative thinking.
Disini saya diajar untuk percaya dan belajar mendoakan pemerintah dalam setiap jam-jam doa pribadi. Karena mereka yang akan terpilih nantinya tetap membutuhkan tiang-tiang yang akan menopang mereka dalam menjalankan pemerintahan. Mungkin akan ada waktunya, someday kita yang bakalan duduk di kursi legislatif sana. Penguasaan diri terhadap gelimpangan harta duniawi dan jabatan dimulai dengan hubungan karibmu dengan Dia. Kapan dimulainya? Ga usah nunggu ketika kamu akan menjadi "wakil rakyat" tersebut, dimulai dari hal-hal kecil dilingkungan tempat Dia menempatkan kamu saat ini. Jadi berkat itu tidak hanya ketika kalian berada di sebuah "posisi", jadi berkat itu adalah gaya hidup orang percaya.
So, untuk kalian semua yang apatis menjelang 9 April 2014 nanti, take time to pray. Dia pasti kasih hikmat dalam memilih. Jangankan memilih pemimpin, memilih yang akan mendampingimu selamanya pun pasti Dia kasih tau. Hihiw! ;)
Label:
about life,
random thinking
Minggu, 01 September 2013
yang lama dan yang baru
Sebulan terakhir ini saya kembali
diperhadapkan dengan hal-hal kompleks terkait sebuah hal yang dinamakan
hubungan. Ada yang baru dan ada yang lama. Yang baru datang membawa sejuta
hal-hal baru yang menyenangkan, memberikan warna baru dan juga membawa sebuah
petualangan baru yang nampaknya sangat menarik untuk tidak turut serta
didalamnya. Seperti anak kecil yang mendapatkan kado di hari ulang tahunnya,
demikian posisi yang baru ini datang merasuk dalam hari lepas hari. Mencuri
perhatian, menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan, dan sangat disyukuri ketika
telah dimiliki.
And suddenly, the old one come
again.. Tidak ada “yang baru” tanpa melewati sebuah fase “yang lama”. Berbeda
halnya dengan “yang baru” ini, “yang lama” tidak datang dengan warna-warni baru
yang meghadirkan rasa penasaran untuk dikecap, karena dia sudah terlebih dahulu
menawarkan sejuta rasa itu di fase hidup sebelumnya.
Beberapa orang mengklaim dirinya “gue
udah move on!” ketika dia kembali diperhadapkan dengan yang lama ini. Bagi
saya, ini bukan perkara move on atau belum, ini berbicara tentang kontribusi
besar yang pernah dilakukan yang lama ini dalam membentuk karaktermu untuk
menyambut yang baru. Ya, disadari atau tidak, pengalaman hidup bersama yang
lama memberimu sebuah pelajaran yang tidak ditemukan di lembaga pendidikan
manapun. Dan bisa saja, yang lama inilah yang berperan penting dalam menempamu
menjadi semakin kuat sampai pada hari ini.
“Lo kenapa dateng lagi pas gue udah (hampir) kuat sih?”“KEMANA AJA LO SELAMA INI?”“Giliran udah putus baru nyariin gue lagi. Lo pikir gue tong sampah?”
Demikian sekelabat pembicaraan
dalam batin ketika harus diperhadapkan lagi dengan yang lama ini. Pada akhirnya
hanya sebuah kalimat ini yang berhasil disaring oleh mulut untuk dikatakan.
“Halo, apakabar?”
Sebuah pertanyaan sederhana yang
membawa kepingan-kepingan cerita di masa lampau yang dengan suksesnya
meyakinkan hati, “Saya rindu.”
Ketika yang baru membuka lebar sebuah
pintu dengan petualangan-petualangan baru yang nampaknya menjanjikan untuk
diarungi bersama, yang lama pun hadir kembali dengan sebuah tempat favorit yang
tidak diragukan lagi kenyamanan tempatnya. Terkadang, ketika ada sebuah cafe
baru yang dibuka di kota saya, saya tidak serta merta ingin segera kesana untuk
mencobanya, entah kenapa saya lebih mempercayakan waktu untuk sekedar nongkrong
bersama teman-teman di tempat yang sudah lama menjadi favorit kami. Sama kasus
mungkin perihal dengan yang lama dan yang baru tadi.
Tidak dipungkiri, mungkin ada
rasa pahit yang juga mendominasi ketika mulai membicarakan perihal yang lama
ini. Rasa kecewa, air mata, kesedihan mungkin pernah menjadi indikator ketika
memulai petualangan bersama yang lama, tempo itu. Lucu sekali memang, yang lama
ini pun berhasil menjadi gula untuk menutupi segala pahit yang pernah terasa.
Saya sedang tidak berada dalam
posisi harus memilih saat ini juga. Tetapi kalaupun akan datang harinya dimana
pilihan besar itu harus dilakukan, permintaan maaf ini dengan penuh kerendahan
hati saya haturkan kepada dia yang menawarkan sebuah perjalanan baru. Karena
untuk saat ini nampaknya saya sedang tidak ingin untuk berjalan-jalan
mengelilingi hal-hal yang baru, saya hanya ingin berada pada tempat favorit
saya, mengecap segala hal yang manis dan pahit disana. Menghabiskan segelas
kopi dan sebuah cupcake, perhaps? Yess, time will tells :’)
Label:
random thinking,
tentang seseorang
Selasa, 28 Mei 2013
Kerjakan Bagianmu, Percaya Bagian-Nya
Diberkatilah tangan yang mengerjakan lebih banyak dari porsinya.
Diberkatilah kaki yang berjalan lebih jauh dari yang diduga.
Diberkatilah punggung yang menopang lebih berat dari yang seharusnya.
Karena diluar sana, ada tangan-tangan yang menengadah meminta-minta.
Ada kaki-kaki kelelahan yang berjalan kesana-kemari memasukkan CV.
Ada punggung-punggung yang teristirahat lemah di pembaringan.
Sesungguhnya hidup ini adalah tentang melakukan sesuatu yang sudah menjadi porsi-mu. Jangan tamak, dan jangan setengah-setengah. Kerjakan apa yang menjadi bagianmu. Bagian-Nya? Tidak usah diragukan lagi. Dia yang memulai segala pekerjaan baik didalam-Mu, akan mengerjakannya dengan kesetiaan.
:')
Label:
about life,
God's Favor,
random thinking
Minggu, 28 April 2013
yang tetap tinggal.
Kita terlalu mudahnya jatuh cinta dengan tulisan yg kita baca, dengan
lagu apa yg kita dengar, cenderung cepat percaya dengan apa yang
diucapkan oleh orang terdekat, yang melabeli dirinya sebagai pacar.
Bagaimana, kalau suatu saat penglihatanmu berkurang dan kamu tidak
mempunyai kacamata baca? Bagaimana kalau suatu saat telingamu tak cukup
peka untuk mendengar lagi lagu lagu cinta? Bagaimana kalau tak bisa lagi
kau memegang kata kata pasanganmu dengan penuh rasa percaya…
Karena, pada akhirnya bukan tulisan tulisan indah lagi yg bisa kita
baca, bukan lagu lagu cinta yg dinyanyikannya yg ingin kita dengar,
bukan iming iming janji yg menjadi pegangan, melainkan tindakan tindakan
apa yg telah dilakukan yg dapat seluruh jiwa ini rasakan.
Dengarlah,
Kamu hanya butuh pundak untukmu bersandar, melabuhkan seluruh penat yg membanjiri kemeja kesukaannya dengan segala air mata dan ia tak mempermasalahkannya. Kamu hanya butuh telinga yg mendengar, tanpa mulut yg banyak berkomentar. Kamu hanya butuh tangan yg selalu terkatup rapat mendoakanmu agar tetap dan selalu kuat menghadapi hari harimu yg berat. Kamu hanya butuh peluk hangat untuk tulang tulangmu yg ngilu. Dan, terlebih daripada itu: Kamu hanya butuh ia sebagai pribadi yg selalu ada; sebagai pendongeng cerita tulisan tulisan indah, hasil cinta kalian berdua, ketika kamu tak bisa membaca karena tak ada kacamata; sebagai pemutar musik musik yg kalian sama sama hafal betul liriknya, sehingga bersama sama menyenandungkan irama yg indah, sampai tanpa perlu janji apa apa, tak terasa kalian sudah tua dan kembali menjadi tanah, bertemu di kehidupan selanjutnya.
Kamu hanya butuh pundak untukmu bersandar, melabuhkan seluruh penat yg membanjiri kemeja kesukaannya dengan segala air mata dan ia tak mempermasalahkannya. Kamu hanya butuh telinga yg mendengar, tanpa mulut yg banyak berkomentar. Kamu hanya butuh tangan yg selalu terkatup rapat mendoakanmu agar tetap dan selalu kuat menghadapi hari harimu yg berat. Kamu hanya butuh peluk hangat untuk tulang tulangmu yg ngilu. Dan, terlebih daripada itu: Kamu hanya butuh ia sebagai pribadi yg selalu ada; sebagai pendongeng cerita tulisan tulisan indah, hasil cinta kalian berdua, ketika kamu tak bisa membaca karena tak ada kacamata; sebagai pemutar musik musik yg kalian sama sama hafal betul liriknya, sehingga bersama sama menyenandungkan irama yg indah, sampai tanpa perlu janji apa apa, tak terasa kalian sudah tua dan kembali menjadi tanah, bertemu di kehidupan selanjutnya.
Label:
LOVE,
random thinking
Selasa, 02 April 2013
Orang Buta Nuntun Orang Buta
Ada istilah "orang buta menuntun orang buta"
Mana bisa? Begitu kata orang-orang.
Sebenernya bisa aja... Cuma yah gitu deh...
Keliatannya sih ga ada jalan bagi dua orang buta yang saling menuntun itu.
Jawaban bodohnya karena dua orang itu buta.
Ga ada yang mengarahkan kemana mereka harus melangkah.
Kalo dipikir-pikir, manusia juga sama kaya orang buta tersebut.
Kita semua hidup pasti punya masalah.
Mo
berat mo ringan apa aja yang judulnya masalah pasti pernah numpang
lewat di depan rumah kita. Kadang ada juga yang nginep berhari-hari
bahkan numpang tinggal sampe taonan.
Kalo direnungin lebih jauh,
hidup
kita yang punya segudang masalah, tapi ga jarang buat kita pada saat
yang sama untuk menolong orang yang sedang dalam masalah.
Setelah direnungin.. direnungin lagi..
ternyata jawabannya sederhana.
"Kita menjadi lebih kuat pada saat kita menolong orang lain."
Dengan
cara itulah, sesungguhnya kita melihat dunia jauh lebih indah dari
segudang masalah-masalah kita. Kamu tidak buta, hanya memakai kacamata
hitam saja. Mungkin perlu dilepas supaya dunia terlihat lebih jelas.
Label:
about life,
random thinking
Minggu, 10 Maret 2013
satu porsi untuk berdua ♥
Setiap menghadiri Pemberkatan Nikah di Gereja, selalu hadir pemikiran-pemikiraan kecil yang berkelabat dalam benak saya.
Saya akan menulis beberapa pemikiran pemikiran kecil tersebut. Mengenai apalagi kalau bukan cinta, namun ini bukan tentang cinta monyet, ini cinta yang akhirnya dibawa sampai nikah.
Tiga esensi penting dalam hidup, ialah: Iman, Pengharapan, dan Kasih.
Namun yang paling besar diantaranya ialah KASIH, yang biasa disebut Cinta. Ketika kita mencintai dengan cara yang salah, ketika kita mencintai orang yang salah, maka habislah.
Saya masih bertanya, apa yang membuat sepasang kekasih membawa cinta mereka dalam sebuah pernikahan. Apa yang membuat mereka yakin untuk menjatuhkan pilihan bahwa mereka telah menemukan, orang yang tepat untuk nanti menjadi partner hidup sampai menutup mata, sampai nanti tiada.
Saya juga masih bertanya, apa yang membuat mereka yakin, bahwa pasangan merekalah orang yang tepat untuk seorang anak yang nantinya memanggil mereka Papa atau Mama.
Masih saya bertanya, apa yang membuat mereka yakin, untuk bersatu menjadi sebuah keluarga.
Sampailah pada sebuah kalimat yang tidak jarang diucapkan oleh Pendeta dalam prosesi Pemberkatan Nikah, yang berkata:
"Tidaklah baik manusia hidup seorang diri saja"
Dan, Yah... Ia menciptakan umatNya untuk hidup berpasang-pasangan. Bukan hanya sepatu, atau sendok garpu. Tapi juga, aku dan kamu.
Seolah saya tertunduk, tanda setuju dan menemukan jawaban dari segala pertanyaan. Apa yg membuat mereka yakin untuk hidup berpasangan dari masa muda, hingga tua nantinya. Ialah sebagai penolong dalam hidup yang penuh masalah dan intrik didalamnya, yang porsinya memang harus ditanggung berdua, bukan seorang diri saja..
Dan, sekarang aku mulai berkaca dan berkata, "Sudah terlalu lama aku menjadi orang yang rakus, melahap jalan-nya hidup yang porsinya untuk berdua, seorang diri saja" =))))
Label:
LOVE,
random thinking
Catatan Kaki
Setiap kepala, boleh mempunyai rambut
yang sama hitamnya. Tetapi setiap kepala mempunyai isi yang berbeda. Pola pikir, cara pandang, dan juga kisah hidupnya. Setiap wajah, dapat
memancarkan senyuman lewat tiap lekuk di bibirnya. Tetapi setiap
senyuman dibentuk dengan cara yang berbeda, pun juga artinya.
Tiap kita punya satu kemampuan
yang sama. Apa? Meng-cover-up. Ya! Itu dia. Tiap kita bisa bertingkah
seolah olah semua yang ada di dalam dunia kita, hidup kita seakan baik
saja adanya. Padahal deep down inside. HAH... belum tentu seperti apa
yang terlihat. Yah! keahlian dalam cover up, membuat orang-orang sekitar
bahkan ada yang ingin menjadi seperti kita, berjalan dengan sepatu yang
kita kenakan, mereka hanya tidak tau seberapa sakitnya terkadang. Mereka
tidak juga lihat goresan lecetan. Mereka tidak tau seberapa kita pun
berjuang untuk tetap bertahan dan berjalan.
Saya, pribadi sejauh ini tidak
pernah ingin berjalan dengan sepatu yang orang lain kenakan. Saya
pribadi sejauh ini sangat amat "nyaman" dengan sepatu saya sendiri.
Hanya untuk diketahui. untuk merasakan nyaman, saya harus tau bagaimana
cara melangkah, bagaimana posisi kaki ketika ingin berlari, dan kapan
saat yang pas ketika memang waktunya berjalan dengan elegan, berjalan
santai, sesekali diam jika mulai kesakitan. Semua ada tahapan untuk
mendapatkan rasa nyaman. Hingga semakin hari semakin lincah melangkah.
Maka, ada baiknya, kita. Jangan
mudah tertarik dengan hal hal yang menarik di mata. Jangan tertarik
untuk mengenakan kepunyaan orang lain yang ada. Karena ukuran kaki kita, BERBEDA.
Label:
about life,
random thinking
Minggu, 10 Februari 2013
Beautiful Surprise
Ide postingan ini berawal dari pembicaraan bersama seorang teman beberapa hari yang lalu. Dan topiknya adalah... ga jauh-jauh tentang pernikahan. LOL =)))
"Phro, tau lagu Beautiful in White-nya Westlife gak?" Berhubung lagu itu semacam anthem ketika masih sering berwara-wiri di weddingan orang sebagai penyanyi, saya pun mengiyakan dengan pertanyaan ada apa dengan lagu itu.
Eh si doski jadi kepancing tsurhat. Intinya dia kepengen banget pas nikahannya, calon suaminya nyanyiin lagu itu buat dia. Makanya dia pengen minimal si calon bisa nyanyi lah, biar dia mewek pas hari bahagianya. *dan make-up pun luntur* =)))
Emang sih lirik lagu itu ngenaaa banget buat weddingan. Dan lucunya, buat gadis-gadis diluar sana yang belom menikah, mungkin punya ekspetasi sendiri soal wedding song di hari bahagianya suatu hari nanti. Bulan lalu, seorang teman dekat dari SMP nge-bbm yang isinya menceritakan rencana pernikahannya di tahun ini dan berujung dengan sebuah request special, "Phro, ntar pas saya nikah kamu nyanyi lagu A Whole New World yaa". Membaca permintaan itu, saya pun senyum-senyum sendiri. Yah, umur 20an keatas adalah umur dimana kamu menyadari satu per satu temanmu akan segera melepas masa lajang. Saya sudah pernah menulis postingan semacam ini disini.
Dan hal yang wajar bukan kalo saya pun senyam-senyum memikirkan lagu yang bakalan jadi anthem nanti. Berhubung menikahi musisi adalah sebagian dari iman, maka saya sangat menginginkan suatu saat nanti, di hari yang dijadikan Tuhan, ada lagu Beautiful Surprise-nya India Arie yang akan mengalun dari lantunan musiknya dan lewat lantunan suaraku =))) *postingan macam apa iniiii*
Beautiful Surprise - India Arie
It's like yesterday
I didn't even know your name
Now today you're always on my mind
I never could have predicted that I feel this way
You are beautiful surprise
Intoxicated every time I hear your voice
You've got me on a natural high
It's almost like I didn't even have a choice
You are a beautiful surprise
Whatever it is you came to teach me
I am here to learn it cause
I believe that we are written in the stars
I don't know what the future holds
But I'm living in the moment
And I'm thankful for the man that you are, you are, you are
You are everything I ask for in my prayers
So I know my angels brought you to my life
Your energy is healing to my soul
You are a beautiful surprise
You are an inspiration to my life
You are the reason why I smile
You are a beautiful surprise
***
well, lirik nya emang keren kan? apalagi klo dibawain akustikan macam endahnrhesa, uwuwuwuwuuuuw~
Konsepnya dipikirin aja dulu, urusan nyanyinya diiringin ama siapa bisa dipikirin nanti =)))
Label:
random thinking
Senin, 04 Februari 2013
Jalan Keluar Terbaik
Kadang kita terlalu bersikeras mencari jalan keluar dari setiap masalah. Padahal tidak semua masalah memiliki jalan keluar.
Akhirnya kita mencoba untuk mencari jalan tengahnya. Padahal jalan tengah belum tentu benar-benar di ‘tengah’ posisinya.
Lalu bagaimana?
Satu hal. Manusia memiliki kecenderungan untuk mendapatkan lebih dari yang ia dapatkan. Memiliki yang lebih dari yang ia miliki.
Padahal itulah yang akan menjatuhkannya sendiri
Jalan keluar terbaik adalah, dengan merasa tidak memiliki apapun.
Jika kita tidak memiliki mobil, kita tidak akan protes ketika harus naik
motor. Jika kita merasa tidak memiliki motor, maka kita tidak akan
keberatan jika harus berjalan kaki.
Hal itu berlaku untuk setiap hal yang kita miliki. Termasuk seseorang
dalam hidup kita. Dengan tidak merasa memiliki, maka tidak akan ada
rasa kehilangan. Bukankah itu yang ditakutkan oleh semua orang?
Dan dalam hal ini, jujur saya masih dalam proses belajar. Bagaimana dengan kamu? :)
Label:
about life,
random thinking
Senin, 28 Januari 2013
Balon.
pernah genggam balon? pernah balon yang kamu genggam terlepas? atau pecah?
pertama, memegang erat balon yang baru itu, sehingga ia tak akan pernah lepas dari genggamanmu, menjaganya dengan sepenuh hati dan tak akan membiarkan ia disentuh siapapun karna takut pecah?
atau, yang kedua, tidak akan lagi pernah memegang balon yang baru itu, karena kamu tau betapa menyebalkan dan sedihnya melihat balon yang kita sangat sukai itu pecah, atau terbang begitu saja?
Keduanya sama. Sama-sama takut kehilangan untuk kedua kalinya.
Kalau kamu yang mana? :')
Label:
about life,
random thinking
Senin, 10 Desember 2012
HUJAN.
Hujan.
Tak ada yang tau kapan dia pasti datang. Dia pandai dalam memberi kode-kode ketika dia ingin menghampiri bumi. Hih, seperti anak kekinian saja. Beraninya pake kode dalam rupa langit yang kelabu. Kadang berkolaborasi bersama bunyi gemuruh langit yang seakan sedang marah. Tak ada yang tau penyebab kemarahannya.
Hujan.
Gerutu dan sukacita.
gerutu bagi para pejalan kaki yang tak membawa payung.
sukacita bagi para penjual jasa yang menyebut dirinya "ojek payung".
gerutu bagi mereka yang sedang merencanakan perjalanan ke suatu tempat.
sukacita bagi mereka yang sedang tenggelam dibalik hangatnya selimut.
gerutu bagi para penjual eskrim.
sukacita bagi para penjual bakso.
gerutu bagi para ibu rumah tangga yang berjibaku dengan pakaian kotor yang menumpuk.
sukacita bagi para petani yang menunggu musim panen.
gerutu bagi mereka yang baru saja keluar dari car wash.
sukacita bagi mereka yang setia duduk di balik becaknya.
Hujan.
saat kau memutuskan untuk membentangkan payungmu, hanya untuk melindungimu agar tidak basah.
atau saat kau memilih untuk menerobosnya dengan senyum menantang bahwa kau tidak takut terhadap setiap titiknya.
Dan hujan, dimana setiap jari-jemari dengan begitu lancar menuangkan setiap kata-kata manis atau bahkan kata-kata pahit, karena dengan hebatnya, dia sangat bisa menjadi sumber inspirasi.
"aku bahagia saat hujan turun, karena aku dapat mengingatmu untukku sendiri.." -utopia-
"all i hear is raindrops falling on the rooftop.." -tamia-
"deras hujan yang turun, mengingatkanku pada dirimu.." -jikustik-
Hujan. Ada penggalan-penggalan kisah yang membuatmu melengkungkan senyum, atau menghela napas kekecewaan.
Diluar sedang hujan. Mau mencoba menari dibawah hujan? :')
Label:
random thinking
Langganan:
Postingan (Atom)






