Tampilkan postingan dengan label tentang seseorang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang seseorang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juni 2018

Bandung Seperti Ini

0 komentar
Sekali-kali,
kita nikmati Bandung seperti ini.
Tidak seperti Bandung yang dinarasikan dengan romantis oleh Pidi Baiq
Tidak seperti Bandung yang di akhir pekan dimaki-maki
Bandung seperti yang hanya kau dan aku ketahui
Bukan hanya tentang hujan dan secangkir kopi,
itu masih Bandung seperti yang banyak orang romantisasi
Bukan hanya tentang lampu-lampu kota yang indah terlihat dari Dago Giri
itu masih Bandung seperti yang dinikmati terlalu banyak muda-mudi
Sekali-kali saja,
kita nikmati Bandung seperti ini.
Tanpa perlu berada di mana-mana,
tanpa perlu membicarakan apa-apa,
tanpa perlu melakukan apa-apa.
Karena Bandung yang tenang bersuara lebih banyak tentang kau dan aku.
Dan semoga sampai ke telingamu,
Bandung seperti ini
adalah hal favorit keduaku
setelah kamu.

Senin, 16 Desember 2013

I HAVE ONE.

0 komentar

Ever have that one person in your life that you just can't give up on, the one person that can screw you over time after time, yet you always seem to give them another chance? And no matter how many times you say this is their last one, you know it's a lie because there's always just one more waiting for them. The one person you know you're better off without, but you can't find a way to let them go because deep down inside, you wouldn't know what to do without them. The one person you know doesn't deserve you, but yet you choose to overlook it because you simply love them too much.

Minggu, 01 September 2013

yang lama dan yang baru

0 komentar
Sebulan terakhir ini saya kembali diperhadapkan dengan hal-hal kompleks terkait sebuah hal yang dinamakan hubungan. Ada yang baru dan ada yang lama. Yang baru datang membawa sejuta hal-hal baru yang menyenangkan, memberikan warna baru dan juga membawa sebuah petualangan baru yang nampaknya sangat menarik untuk tidak turut serta didalamnya. Seperti anak kecil yang mendapatkan kado di hari ulang tahunnya, demikian posisi yang baru ini datang merasuk dalam hari lepas hari. Mencuri perhatian, menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan, dan sangat disyukuri ketika telah dimiliki.

And suddenly, the old one come again.. Tidak ada “yang baru” tanpa melewati sebuah fase “yang lama”. Berbeda halnya dengan “yang baru” ini, “yang lama” tidak datang dengan warna-warni baru yang meghadirkan rasa penasaran untuk dikecap, karena dia sudah terlebih dahulu menawarkan sejuta rasa itu di fase hidup sebelumnya.

Beberapa orang mengklaim dirinya “gue udah move on!” ketika dia kembali diperhadapkan dengan yang lama ini. Bagi saya, ini bukan perkara move on atau belum, ini berbicara tentang kontribusi besar yang pernah dilakukan yang lama ini dalam membentuk karaktermu untuk menyambut yang baru. Ya, disadari atau tidak, pengalaman hidup bersama yang lama memberimu sebuah pelajaran yang tidak ditemukan di lembaga pendidikan manapun. Dan bisa saja, yang lama inilah yang berperan penting dalam menempamu menjadi semakin kuat sampai pada hari ini.

“Lo kenapa dateng lagi pas gue udah (hampir) kuat sih?”
“KEMANA AJA LO SELAMA INI?”
“Giliran udah putus baru nyariin gue lagi. Lo pikir gue tong sampah?”

Demikian sekelabat pembicaraan dalam batin ketika harus diperhadapkan lagi dengan yang lama ini. Pada akhirnya hanya sebuah kalimat ini yang berhasil disaring oleh mulut untuk dikatakan.
“Halo, apakabar?”
Sebuah pertanyaan sederhana yang membawa kepingan-kepingan cerita di masa lampau yang dengan suksesnya meyakinkan hati, “Saya rindu.”

Ketika yang baru membuka lebar sebuah pintu dengan petualangan-petualangan baru yang nampaknya menjanjikan untuk diarungi bersama, yang lama pun hadir kembali dengan sebuah tempat favorit yang tidak diragukan lagi kenyamanan tempatnya. Terkadang, ketika ada sebuah cafe baru yang dibuka di kota saya, saya tidak serta merta ingin segera kesana untuk mencobanya, entah kenapa saya lebih mempercayakan waktu untuk sekedar nongkrong bersama teman-teman di tempat yang sudah lama menjadi favorit kami. Sama kasus mungkin perihal dengan yang lama dan yang baru tadi.

Tidak dipungkiri, mungkin ada rasa pahit yang juga mendominasi ketika mulai membicarakan perihal yang lama ini. Rasa kecewa, air mata, kesedihan mungkin pernah menjadi indikator ketika memulai petualangan bersama yang lama, tempo itu. Lucu sekali memang, yang lama ini pun berhasil menjadi gula untuk menutupi segala pahit yang pernah terasa.

Saya sedang tidak berada dalam posisi harus memilih saat ini juga. Tetapi kalaupun akan datang harinya dimana pilihan besar itu harus dilakukan, permintaan maaf ini dengan penuh kerendahan hati saya haturkan kepada dia yang menawarkan sebuah perjalanan baru. Karena untuk saat ini nampaknya saya sedang tidak ingin untuk berjalan-jalan mengelilingi hal-hal yang baru, saya hanya ingin berada pada tempat favorit saya, mengecap segala hal yang manis dan pahit disana. Menghabiskan segelas kopi dan sebuah cupcake, perhaps? Yess, time will tells :’)

Selasa, 02 April 2013

I am God’s Building Under Construction

0 komentar

Belakangan ini, aku mendengar kabar tentang seorang teman lama. Kabar kalau dia akan mengundurkan diri dari pekerjaannya. Ingatanku mundur ke masa lampau. Kami dulu akrab, saling berbagi cerita tentang kebaikan Tuhan bersama. Namun, karena dia tak kuat menghadapi pencobaan hidup, dia kembali ke kehidupannya yang lama. Dia menjadi people pleaser. Hubunganku dengan dia juga menjauh. Dia mengingkari Tuhan, untuk mendapatkan perhatian istimewa dari lingkungannya.
Aku heran, dengan segala perlakuan istimewa seperti itu, kenapa dia mau mundur? Dari cerita seorang teman lain, rupanya teman lamaku ini pada posisi stagnan.
Miris juga. Semula aku berpikir, dia begitu banyak mendapat perlakuan istimewa, pasti enak banget. Tapi ternyata stagnan.
Sementara aku, kebalikannya. Rasa-rasanya, aku selalu menghadapi yang tidak enak, tempat yang tidak enak, situasi yang tidak enak. Aku bahkan nyaris menyerah menghadapi tantangan ini. Bahkan sudah membuat ancang-ancang pindah ke tempat lain. Ke kota lain. Tapi Tuhan berkehendak lain, meski kelihatannya tempat itu menawarkan segala sesuatu yang lebih baik.
Tuhan menghendaki aku tetap berada di tempat sekarang. Menghadapi Goliat-ku. Yang kelihatan melalui kacamata pribadiku tidak bisa ditaklukan.
Saat itulah Tuhan bicara, ”Kamu lihat, dia memilih kenyamanan, dan dia nggak bergerak ke mana-mana. Stagnan. Aku sengaja menaruhmu ke dalam situasi yang serba nggak enak—semuanya untuk membentuk kamu. Sekarang lihatlah, kamu memang mulai belajar dari nol lagi. Segala sesuatunya seperti terlihat terbalik. Posisimu sepertinya di bawah. Ada 'pelajaran-pelajaran' yang tengah Kuberikan kepadaMu. Ingatlah, berlian tercipta karena dia disesah dan dikikir. Itu sakit. Tapi percayalah, segala sesuatunya mendatangkan kebaikan buatmu, selama kamu taat dan memberi respon yang benar.”

Galatia 6: 9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah.
Gal 6: 9 (Versi AMP): And let us not lose heart and grow weary and faint in acting nobly and doing right, for in due time and at the appointed season we shall reap, if we do not loosen and relax our courage and faint.

Aku nggak bisa menahan butiran-butiran airmata jatuh dari pelupuk mataku, ketika aku membaca ayat ini. Aku merasa Dia menguatkan aku.
Dan ini catatannya Joyce Meyer, salah seorang Preacher yang sangat diberkati Tuhan, mengenai ayat itu: He takes time to do right; He lays a solid foundation before He attempts to build a building. We are God’s building under construction. He is master Builder, and He knows what He is doing, but He does, and that will have to be good enough.

Yes, I am God’s building under construction.
Tuhan sedang membuat konstruksi bangunan karakterku: pengampunan, kerendahan hati, dan menguatkan otot-otot imanku.
“Suatu ketika, beberapa tahun datang dari sekarang, kamu akan menoleh ke belakang, mengingat peristiwa-peristiwa ini, dan melihat betapa setianya Aku menyertai kamu,” bisikNya lembut.

Selasa, 22 Januari 2013

the matter of distance

0 komentar
Mengapa aku harus mengenal jarak,
jika yang aku inginkan hanya tetap mengenal kebersamaan kita untuk seterusnya?

Jarak itu hanya sejumlah angka. 
Cuma hal sepele, sesepele kemarahanku yang selalu dengan mudahnya surut,
begitu dihadapkan dengan berbagai perubahan raut mukamu yg lucu.
Jarak itu sebuah permainan.
Ia mengajak kita untuk berteman dengan waktu,
mengadu diri pada rindu,
dan meminta kita untuk melawan sendu.
Dan jarak itu sebenarnya sederhana.
Sesederhana genggaman tanganmu yang kulepas dengan enggan,
setiap kamu mengatakan bahwa kamu harus pulang, kendati tak ingin.

Terkadang jarak berubah menjadi sesuatu yang lucu,
yang mampu mengubah sosok yang selalu tidak membosankan untuk aku tatap, tiba-tiba menjadi gambar yang bergerak patah-patah tidak karuan.
Juga jarak lah yang mampu mengubah suaranya yang khas dan menenangkan, suara tawa konyolnya yang tak urung membuatku ikut tertawa, tiba-tiba menjadi suara robot yang terputus-putus ditambah dengan krasak-krusuk berbagai gaung dari mic dan speaker computer.
Dan betapa rambut dan wajah yang selalu menjadi hal favorit untuk aku elus, tiba-tiba berubah menjadi layar gepeng laptop dan terasa dingin saat disentuh.

Sebenarnya aku tidak asing dengan hal ini. Dulu, sekitarku banyak yang berhadapan dengan jarak. 
Banyak yang menyerah kalah, dan memilih untuk menghentikan langkah. Banyak yang memilih takut mencoba, dan banyak juga yang sudah mencoba, tapi gagal. 

Bukan hal aneh lagi waktu aku sadar kalau terkadang jarak mengapresiasi curiga dan mendepresiasi sayang. Tidak gampang kan buat percaya pada tulisan di layar handphone yang gak jelas gimana nada bicara dan ekspresinya? 

Tapi satu hal.
Jarak tidak pernah memberikan aku alasan untuk mengatakan, "Selamat tinggal." setiap kamu pergi.
Adalah, "Sampai bertemu lagi." yang menjadi penopang. Karena kamu, pasti pulang.

I know we can make this work for us. It's just a matter of time!
Maka biarkanlah kita berjauhan, biarkan kita lebih menghargai waktu, biarkan kita mengadu pada rindu, biarkan kita bertoleransi dengan waktu.
Dan jika ternyata sampai hari-hari kemudian aku masih menunggu, itu karena kamu memang pantas ditunggu :)

Rabu, 31 Oktober 2012

some songs brings me back to you... ♫

0 komentar


Kalo kata Sara Bareilles di lagu Gravity-nya, "Something always brings me back to you..", dengan tidak mengurangi rasa hormat sama pencipta lagu ini, gue bakal ngerubah dikit menjadi, "Some songs always brings me back to you.."
Yah, disadari atau ga, beberapa orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita mempunyai peranan penting untuk bikin mood naik-turun ketika kita mendengar sebuah lagu. Contohnya nih, tiap gue denger lagu "Numb - Linkin Park", otak gue langsung nge-drive ingatan gue ke salah seorang sahabat terbaik gue pas SMP yang udah sekitar 9 tahun ga pernah ketemu lagi, Tiara Arbani. Ada cerita khas anak SMP dibalik lagu itu. Kalo suntuk sama pelajaran kita berdua bisa nyanyiin lagu itu sambil teriak-teriak, kalo kecengan lewat pasti clue-nya pake lagu itu. Ah, it's so oooooold-skul i think, and yes.. i miss it :')

Days by days, ketika gue ngejalanin kehidupan dengan orang-orang luar biasa yang Tuhan taroh di sekeliling gue, makin banyak soundtrack-soundtrack yang tersimpan di memori otak gue dengan label nama mereka masing-masing. Entah itu pengalaman manis, pengalaman pahit, momen-momen jatuh cinta *ehemm*, dan bahkan a lil bit broken-ness.. :'D

Dari sini gue belajar, gue ga mo menglabelkan hidup gue dengan lagu-lagu sendu, lagu-lagu pengkhianatan, atau lagu-lagu yang bikin mood orang down. Karena gue tau sendiri gimana rasanya pas denger lagu John Mayer - All We Ever Do Is Say Goodbye dan gue tiba-tiba jadi sedih nginget orang dibalik lagu itu, dan mendadak mood gue seharian ga seasik sebelum gue dengerin lagu itu. Gue pengen tiap orang yang denger lagu-lagu semacam "She is The Bomb - Jason Mraz" bisa keingetan sama gue, dan bisa chillin' out their day. Hehehe.

So, what's the song you choose to be your image? Live it!

We remember people by songs. I also remember you by songs. @perempuansore
 

aphrodityasherlisa Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template