Tampilkan postingan dengan label birthday. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label birthday. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juni 2018

26th

0 komentar
Should've posted this two months ago, but yeah, better late than never, rite? So here we go...

I always think that “birthday” is a weird concept.
You wake up and suddenly you have gained a year. Or, depending on your point of view, you have lost yet another year. (I’m more a realist though, so I prefer to see it as I am adding one more number to my age.)
But no matter what your perspective is, one thing persists: you wake up, and something has changed. Whether it is your age, your years on earth, or the remaining days you have left to live. And change is not easy. Change is something that will shake you, sometimes to your core. Change will always be associated with something uncomfortable.
Being 25 was definitely not the most comfortable place that I have ever been. It is funny that when you were 15, you thought you can handle everything–and then come along adulthood, and suddenly you realized that everything you thought you know was just it: thoughts. You never made it into reality until you see the reality itself. And being 25, I have had a glimpse of reality itself: work, traffic jams, stressful jobs, stuck dreams, imbalanced relationships, etc. And what a horrifying reality it was, it made me want to escape so bad. And I’m really good at that: escaping. I almost always do that, escape from everything, giving myself the safety net, plan B, and even building walls and exit ways.
And poof, suddenly, one year has gone. I am now 26. Time has not been running–it’s been galloping. And strange thing is, I am not exactly in the most comfortable place that I thought I would be in years ago. I’m currently still living far away from home. And even my exact birthday was spent somewhere else. Escaping things have also not made it any better, though: I’m still stuck, and moreover, still afraid of the uncertainty.
But I’m here, I’m here. I’m still alive and well. I’m still changing and I always will. It might have just struck me that perhaps, that comfortable place will never be manifested in real life. Perhaps it is time for me to embrace the chaos while still maintaining the order of it.
Here's to being 26. Mid-life crisis syndrome can't steal my joy. No one ever.


Senin, 13 Mei 2013

Selamat Mengecap 20, G!

0 komentar
Entah sudah berapa kali postingan tentang kamu mengendap di draft. Entahlah, tiap akan mengakhiri postingan tentang kalian, selalu saja ada hal baru tentang kita yang minta diceritakan. Ah, betapa aku sangat mencintai kalian, sampai-sampai aku selalu menemukan cara untuk tidak mengakhiri cerita tentang kalian, dan kita. Tetapi, saat ini saya rasa ini momen yang pas untuk melisankan setiap sukacita bersama kalian lewat postingan ini. Iya, saya memang tidak pandai merangkai kata, otak-ku dipenuhi berbagai macam hal, oleh karena itu saya memutuskan untuk menulis dari hati, karena saya percaya sesuatu yang dari hati pasti akan sampai ke hati juga :')

Halooo, Glorify!
*inhale, exhale*
 09 Mei 2013 kemaren ada yang ulang tahun yaa, ciyeee~ yang udah 20 tahun :D
Bersyukur sekali pernah ada di sekolah kehidupan ini selama kurang lebih dua tahun. Menurut saya memang dua tahun itu teramat singkat, tapi siapa sangka kalo Tuhan bisa proses saya selama dua tahun bersama kalian. Orang-orang diluar sana mungkin taunya Glorify the Lord Ensemble adalah sebuah paduan suara yang beranggotakan anak-anak muda yang klo nyanyi pasti ada jingkrak-jingkraknya, tetapi buat saya, kalian lebih dari hanya sekedar Paduan Suara. Saya tidak hanya belajar bernyanyi disini, lebih dari itu, saya belajar untuk memberikan diri untuk diproses, sehingga saya tidak menjadi semau saya, karena hidup yang saya jalani bukanlah tentang saya, tetapi tentang Dia yang menjadi alasan dibalik setiap lagu kami. Ingat sekali bagaimana awal-awal menjadi officially member di Glorify. Saya ga punya teman sama sekali, tetapi hari ke hari, saya tidak hanya mendapatkan teman disini, saya punya KELUARGA baru. Mengapa KELUARGA? Karena saya mendapatkan penerimaan yang luar biasa disini, padahal saya tidak pernah bertemu orang-orang ini sebelumnya. Terlalu banyak cinta yang saya temukan disini. Kecewa? Tentu saja pernah. Tetapi cinta yang saya dapat disini sangat cukup untuk menambal beberapa kekecewaan yang pernah datang. Iya, saya diproses untuk mengampuni dan mengasihi lebih lagi disini :')

Dan saya tau, bukan hanya saya yang merasakan proses disini. Marcell, seorang penyanyi yang sudah punya nama besar di Indonesia mengatakan dalam sebuah situs, "Glorify the Lord Ensemble telah memberikan kontribusi besar dalam karir bernyanyi saya" (bisa dibaca disini). Dan bukan hanya Marcell, beberapa nama besar yang pernah menjadi Keluarga Besar Glorify pun selalu mengatakan hal yang sama tiap bertemu kembali dengan Glorify. Dan satu hal yang selalu saya tarik dari beberapa pembicaraan dengan mereka, mereka sangat BERSYUKUR pernah ada di Glorify. Dan akhirnya saya merasakan juga apa yang mereka katakan. Glorify the Lord Ensemble sudah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam proses hidupku. (tearsdrop..)

Entah kenapa, ketika menyebutkan kata Rumah, ingatan ini selalu saja mendarat kepada mereka. Masih teringat jelas di hari perpisahan saya dengan Glorify, malam itu saya tidak bisa menahan setiap tetes air mata saya. Bahkan disaat running pun, saya meneteskan air mata diam-diam. Hanya Mama Vien dan Kak Marthin Saba yang menyadari air mata yang menetes pelan-pelan. Saya pun sebenarnya tidak menyadari hal itu. Masih dalam keadaan menyanyi, Mama Vien ngebisikkin dari belakang, "Aphro duduk aja, ngobrol-ngobrol sama Mama". Ketika ditanya kenapa saya menangis, saya malah hanya semakin menangis kecil tanpa disadari teman-teman yang sedang running. Saya hanya tidak bisa membayangkan, bahwa dalam waktu beberapa hari dari malam itu, saya tidak akan lagi menikmati atmosfir kekeluargaan seperti itu. Puncaknya, ketika selesai latihan, saya diberi kesempatan untuk menyampaikan sepatah-dua kata sebelum "pergi". Biasanya, beberapa orang yang harus pergi/pindah kota, dinyanyikan lagu "The Lord Bless You" untuk doa pengutusan. Tetapi malam itu, saya diberkati sekali dengan alunan lagu favorit saya selama dua tahun saya di Glorify. "Imagine Me" dari Kirk Franklin. Masih intro aja saya udah nangis. Disebelah kanan saya ada Bang Ojak, disebelah kiri saya ada Ka Iyen, disitu saya udah ga tau lagi nangisnya kaya apa. THEY ARE TOO PRECIOUS TO BE LEFT!

People come, people go. But God's love always be with us.
Selamat Dua Puluh Tahun, Glorify the Lord Ensemble. So far, there's nothing can beat you as a Home! Tunggu aku pulang, ya.. ♥


P.S : DITUNGGU YAA DI PALU. GLORIFY HARUS NYANYI DISINI, SOMEDAY! :)

Selasa, 23 April 2013

21; terimakasih untuk sebuah proses.

0 komentar

Tepat di hari ini, 24 April 2013, sebuah keajaiban luar biasa kembali Dia hadirkan dalam hidupku. Masih di 23 April, 23.45 WITA segerombolan teman-teman datang mengguyurku dengan seember ramuan-ramuan menjijikkan khas ulang tahun. Mo marah, tapi yang keluar hanya canda tawa yang panjang bersama teman-teman yang 4 bulan terakhir ini selalu bersama-sama. Tepat di pukul 00.00, mereka mengantarkanku kembali ke rumah, dengan keadaan basah kuyup dan kedinginan.

Pembukaan yang manis untuk mengawali cerita di 21 ini. Hari yang baru, nafas yang baru, matahari yang baru, kasih setia yang selalu baru, menjadi morning greetings di hari ini. Ada pelukan dari mama & papa yang menjemputku di tempat tidur. Doa bersama mengawali kegiatan kami di pagi hari. Lengkap bersama nenek terkasih, adik-adik, dan sanak saudara yang kebetulan sedang terkumpul di rumah. Ada doa, nyanyian, pelukan dari orang-orang terkasih yang menyempurnakan pagiku di tahun ke 21 aku hidup didunia ini.

Ada yang berubah, dan ada yang tidak berubah...
Berbeda sekali rasanya dengan atmosfir 24 April tiga tahun belakangan ini. Kali ini saya boleh merayakannya di rumah. Iya, masih terbayang tiga tahun merayakan ulang tahun jauh dari papa & mama, tetapi bersyukur kalau bisa dikelilingi orang-orang hebat disana.

Ada proses panjang yang dilewati sampai hari ini. Tidak semua proses yang saya lewati manis rasanya. Kadang saya harus memutar otak untuk mencari tambahan gula agar bukan pahit yang saya rasakan. Tetapi untuk setiap petualangan di hari-hari yang sudah terlewati, saya tahu saya sedang dibentuk menjadi Aphro yang lebih kuat. Aphro yang kuat bukan karena mengandalkan kekuatannya, tetapi yang paham betul siapa yang berjalan bersamanya.

Banyak yang berubah. Yang tidak berubah adalah kehadiran mereka. Bersyukur sekali untuk setiap kemajuan teknologi yang ada. Yang jauh pun tetap terasa ada disamping untuk sebuah pelukan "Happy Birthday"

Ada yang berubah dan ada yang tidak pernah berubah.
Ada yang datang untuk menetap, ada yang pergi untuk meninggalkan.
Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa.
Pasti akan dan pernah kita lewati.
Namun yang akan tetap selamanya dan tidak akan pernah berubah hanya satu, Tuhan Yesus; kuasa Nya yang tak terbatas, kasih setia-Nya kepada kita.

Terimakasih untuk kalian semua yang sudah berperan penting dalam proses luar biasa sampai di angka 21 ini. Terus menajamkan ya, jangan biarkan saya menjadi tumpul. Love you all :')
 

aphrodityasherlisa Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template