Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juni 2018

Bandung Seperti Ini

0 komentar
Sekali-kali,
kita nikmati Bandung seperti ini.
Tidak seperti Bandung yang dinarasikan dengan romantis oleh Pidi Baiq
Tidak seperti Bandung yang di akhir pekan dimaki-maki
Bandung seperti yang hanya kau dan aku ketahui
Bukan hanya tentang hujan dan secangkir kopi,
itu masih Bandung seperti yang banyak orang romantisasi
Bukan hanya tentang lampu-lampu kota yang indah terlihat dari Dago Giri
itu masih Bandung seperti yang dinikmati terlalu banyak muda-mudi
Sekali-kali saja,
kita nikmati Bandung seperti ini.
Tanpa perlu berada di mana-mana,
tanpa perlu membicarakan apa-apa,
tanpa perlu melakukan apa-apa.
Karena Bandung yang tenang bersuara lebih banyak tentang kau dan aku.
Dan semoga sampai ke telingamu,
Bandung seperti ini
adalah hal favorit keduaku
setelah kamu.

Minggu, 07 Mei 2017

After 3 years, I'm back!

0 komentar
YEAAAY HELLO WORLD!
Maafkan diriku yang tak pernah muncul lagi di blog ini since last 2014. Begitu banyak yang sudah dialami dan tidak terbagikan disana sampai bingung harus mulai dari mana. HAHA. Blame my un-consistency :(


Well, di postingan yang ini saya sempat mencurahkan sedikit kekhawatiran di masa saya ga tau mo kemana dan merindukan banyak hal, dan hari ini kalo baca-baca postingan yang sudah lewat, jadi malu sama Tuhan karena terlalu sering menyisipkan berbagai-bagai kekhawatiran di hal-hal yang sudah Dia pegang untuk saya. Intinya, 3 tahun yang sudah lewat ini, HE'S BEEN TOO GOOD TO ME :')

Jadi, apa saja yang sudah terlewatkan?
Setelah melewati masa kontrak dengan tempat dimana saya mengabdi kepada negara (HAHA), akhirnya saya memutuskan untuk 'kembali'. KEMBALI KEMANA? Bukan ke pangkuan ibu pertiwi tentunya.

Bandung.
Kota yang tidak pernah berhenti untuk memanggil-manggil. Dan kini, akupun kembali. Berbekal support kedua orang tua, sudah jauh dari cukup untuk kembali menata hari-hari sebagai anak rantau. Ahh, sambil ngetik ini sambil mewek sebenernya. Ada sejumput rindu untuk kedua orang tua yang tidak henti-hentinya memberikan support untuk saya kembali mengejar apa yang menjadi mimpi saya.

KULIAH LAGI.
Yeaay, kini saya kembali menyandang status sebagai mahasiswi. Kembali menyesuaikan, kembali bergelut dengan tugas dan asistensi yang tak kunjung reda, kembali sleep-less, kembali kangen, dan ya.. kangen. Kangen mama dan papa. Kangen rumah.

Doain yaa, semoga bisa konsisten lagi untuk menulis dan menulis. :')

Senin, 13 Mei 2013

Selamat Mengecap 20, G!

0 komentar
Entah sudah berapa kali postingan tentang kamu mengendap di draft. Entahlah, tiap akan mengakhiri postingan tentang kalian, selalu saja ada hal baru tentang kita yang minta diceritakan. Ah, betapa aku sangat mencintai kalian, sampai-sampai aku selalu menemukan cara untuk tidak mengakhiri cerita tentang kalian, dan kita. Tetapi, saat ini saya rasa ini momen yang pas untuk melisankan setiap sukacita bersama kalian lewat postingan ini. Iya, saya memang tidak pandai merangkai kata, otak-ku dipenuhi berbagai macam hal, oleh karena itu saya memutuskan untuk menulis dari hati, karena saya percaya sesuatu yang dari hati pasti akan sampai ke hati juga :')

Halooo, Glorify!
*inhale, exhale*
 09 Mei 2013 kemaren ada yang ulang tahun yaa, ciyeee~ yang udah 20 tahun :D
Bersyukur sekali pernah ada di sekolah kehidupan ini selama kurang lebih dua tahun. Menurut saya memang dua tahun itu teramat singkat, tapi siapa sangka kalo Tuhan bisa proses saya selama dua tahun bersama kalian. Orang-orang diluar sana mungkin taunya Glorify the Lord Ensemble adalah sebuah paduan suara yang beranggotakan anak-anak muda yang klo nyanyi pasti ada jingkrak-jingkraknya, tetapi buat saya, kalian lebih dari hanya sekedar Paduan Suara. Saya tidak hanya belajar bernyanyi disini, lebih dari itu, saya belajar untuk memberikan diri untuk diproses, sehingga saya tidak menjadi semau saya, karena hidup yang saya jalani bukanlah tentang saya, tetapi tentang Dia yang menjadi alasan dibalik setiap lagu kami. Ingat sekali bagaimana awal-awal menjadi officially member di Glorify. Saya ga punya teman sama sekali, tetapi hari ke hari, saya tidak hanya mendapatkan teman disini, saya punya KELUARGA baru. Mengapa KELUARGA? Karena saya mendapatkan penerimaan yang luar biasa disini, padahal saya tidak pernah bertemu orang-orang ini sebelumnya. Terlalu banyak cinta yang saya temukan disini. Kecewa? Tentu saja pernah. Tetapi cinta yang saya dapat disini sangat cukup untuk menambal beberapa kekecewaan yang pernah datang. Iya, saya diproses untuk mengampuni dan mengasihi lebih lagi disini :')

Dan saya tau, bukan hanya saya yang merasakan proses disini. Marcell, seorang penyanyi yang sudah punya nama besar di Indonesia mengatakan dalam sebuah situs, "Glorify the Lord Ensemble telah memberikan kontribusi besar dalam karir bernyanyi saya" (bisa dibaca disini). Dan bukan hanya Marcell, beberapa nama besar yang pernah menjadi Keluarga Besar Glorify pun selalu mengatakan hal yang sama tiap bertemu kembali dengan Glorify. Dan satu hal yang selalu saya tarik dari beberapa pembicaraan dengan mereka, mereka sangat BERSYUKUR pernah ada di Glorify. Dan akhirnya saya merasakan juga apa yang mereka katakan. Glorify the Lord Ensemble sudah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam proses hidupku. (tearsdrop..)

Entah kenapa, ketika menyebutkan kata Rumah, ingatan ini selalu saja mendarat kepada mereka. Masih teringat jelas di hari perpisahan saya dengan Glorify, malam itu saya tidak bisa menahan setiap tetes air mata saya. Bahkan disaat running pun, saya meneteskan air mata diam-diam. Hanya Mama Vien dan Kak Marthin Saba yang menyadari air mata yang menetes pelan-pelan. Saya pun sebenarnya tidak menyadari hal itu. Masih dalam keadaan menyanyi, Mama Vien ngebisikkin dari belakang, "Aphro duduk aja, ngobrol-ngobrol sama Mama". Ketika ditanya kenapa saya menangis, saya malah hanya semakin menangis kecil tanpa disadari teman-teman yang sedang running. Saya hanya tidak bisa membayangkan, bahwa dalam waktu beberapa hari dari malam itu, saya tidak akan lagi menikmati atmosfir kekeluargaan seperti itu. Puncaknya, ketika selesai latihan, saya diberi kesempatan untuk menyampaikan sepatah-dua kata sebelum "pergi". Biasanya, beberapa orang yang harus pergi/pindah kota, dinyanyikan lagu "The Lord Bless You" untuk doa pengutusan. Tetapi malam itu, saya diberkati sekali dengan alunan lagu favorit saya selama dua tahun saya di Glorify. "Imagine Me" dari Kirk Franklin. Masih intro aja saya udah nangis. Disebelah kanan saya ada Bang Ojak, disebelah kiri saya ada Ka Iyen, disitu saya udah ga tau lagi nangisnya kaya apa. THEY ARE TOO PRECIOUS TO BE LEFT!

People come, people go. But God's love always be with us.
Selamat Dua Puluh Tahun, Glorify the Lord Ensemble. So far, there's nothing can beat you as a Home! Tunggu aku pulang, ya.. ♥


P.S : DITUNGGU YAA DI PALU. GLORIFY HARUS NYANYI DISINI, SOMEDAY! :)

Senin, 25 Maret 2013

tempat kesayangan di Bandung.

0 komentar
Entah kenapa, kangen gue ke Bandung akhir-akhir ini makin menjadi. Kangen orang-orangnya, kangen jadi anak kosan, kangen jalanannya yang macet, kangen udaranya yang sejuk, kangen angkot-angkot yg banyaaaaaaaaaaaaaaaak banget. Hahaha.

Ide postingan ini berawal ketika salah satu teman saya yang berencana menghabiskan liburannya di Bandung, bertanya rekomendasi tempat-tempat yang asik buat dikunjungi disana. Well, sebenernya semua tempat disana asiiik buat nongki-nongki, tapi disini saya bakal ngebocorin tempat-tempat saya melepas penat bersama teman-teman, special one, atau bahkan sendirian saja. Yes, sometimes you need to have a me-time for your self. So here we gooooo..

1. Koffielosophy
Jl. Anggrek No. 36
Part yang ini, gue nostalgia ke masa-masa nyekripsi. Iya, ini tempat terbaik untuk mengumpulkan ilham dalam penyusunan skripsweet. Suasananya yg homey, sofa-sofanya yang minta banget dibawa pulang ke kosan, dan kopi-nya yang yummy it's enough to tell you why i love this place. Tempatnya tenang banget, ga bising, peacefully. Aksesnya sangat mudah dari Jl. Riau. Coffee yang wajib banget kalian coba adalah Latte Art, yaitu campuran dari kopi espresso dengan susu, dan biskuit sebagai tambahan. Mint Latte juga really worth it to try! Peppermint, susu dan kopi jadi satu. Slurp.. Tenang.. Selain aneka kopi, di Koffielosophy juga menyediakan aneka makanan yang enyak-enyak. Nasi goreng ijo salah satunya. Dan yang paling pentiiiiiing.. akses wi-fi nya kenceeeng banget bok! Btw, motto kafe ini keren loh. "Feel bad when you wanna drink, feel good after you tasted it". Let's feel good, fellas!

2. Warung Legoh
Jl. Sultan Agung No. 9
Nah, klo tempat ini paling juara untuk makan berat. Hahaha. Gue sama temen-temen suka banget kesini klo mo makan siang dan emang lagi pengen makan berat. Karna porsinya pas dan menunya goyang lidah semua =D
Ayam Bakar Cabe Ijo & Kwetiau Rica selalu jadi andalan tiap kesini. Untuk cemilan, Legoh punya Keju Aroma yang demmitsodelicious.. Tiap kesini, pasti selalu mesen Keju Aroma lebih dari seporsi. Endah Rhesa aja suka bgt sama makanan-makanan disini (HIDUP EARFRIENDS!). Kekenyangan? SUDAH PASTI! =D


3. Kedai Ling-Ling
Jl. Sultan Agung
Beranjak dari Warung Legoh, disebelahnya kita bisa nemuin foodtruck warna merah yang ga pernah sepi. Yap, Kedai Ling-Ling. Dari namanya udah ketauan ya kayanya, dish yang dijual disini emang berbau jepang. Harganya mahasiswa banget lagi. Okonomiyaki (15k), Takoyaki (15k), Tako Ramen (25k), dan masih banyak lagi menu-menu lucu lainnya. Yang paling favorit dan bikin bela-belain kesini walopun hujan badai (*lebaaay) adalah: Mango Dessert. Ini diatasnya mamamia lezzatos lah. Dengan 15k saja, dijamiin.. beli lagi besoknya! =9


4. Warung Ngebul
Dago 230 - Pengkolan Tubagus Ismail
Awalnya tau tempat ini dari kak @perempuansore, ini semacam tempatnya menghabiskan waktu dan tak jarang tulisan-tulisan ajaibnya lahir ketika dia duduk manis disana. Si empunya tempat ini adalah salah seorang penulis favoritku juga, @vabyo. Jadi semakin penasaranlah untuk bermain-main kesini. Kesan pertama ketika masuk ke tempat ini adalah: UNIK! Seumur-umur ngafe, baru kali ini nemu yang konsepnya kaya gini. Sofa-nya lucu, ada ular tangga, monopoli, buku-buku keren, dan bisa juga milih spot yang seperti di pendopo. Menu-nya juga unyu-unyu dan tidak merobek kantong. Lontong Kari Iga Sapi-nya 12k doang cobak. Lasagna nya juga yahuud. Yang paling bikin merem melek di Warbul adalah Pancake Duren-nya. Maaaak, nambah dong maaaak! Most of all, suasana yang ditawarkan di Warbul ini mampu membuatmu bertahan dari jam 5 sore sampe jam 11 malam. I love its atmosphere :')

5. Green Cake & Coffee
Jl. Citarum No. 2
Buat yang suka hunting cake murah, disini tempatnya. Mulai dari the famous Red Velvet, Rainbow Cake dan juga Macaron semuanya ada disini. Harganya juga ga seperti cake shop kebanyakan. Red Velvet & Rainbow Cake only 15k. Macaron-nya 6k ajaa. Sofa-nya enaak, bikin betah leyeh-leyeh. Gue dan temen-temen sering banget kesini dan bisa ngehabisin waktu berjam-jam tanpa dipelototin waitressnya walopun hanya beli 1 cake doang. Muihihihi =p

6. Kedai Kopi Mata Angin
Jl. Laswi No. 19a
Boleh dibilang, hampir semua kebersamaan yang tercipta selama saya diBandung, lahir dari tempat ini. Ini semacam tempat yang wajib hukumnya didatangi seminggu sekali. Bahkan pernah 3 hari berturut-turut disini aja maennya, ga kemana-mana. Gue bisa kenal orang-orang baru di tempat ini. Misalnya, temen gue bawa temen, besoknya, dia bawa temen yang lain lagi, jadi kita ngumpul-ngumpulnya disini. Padahal, tempat ini ga se-hits Bober di Bandung. Tapi entah kenapa tempat ini cocok banget buat kita-kita. Tempat ini juga merupakan markas besar anak-anak Pecinta Alam di Bandung. Sama mas-mas yang ngejaga disana aja kita udah kaya temenan banget. Ada satu waiter-nya yang mirip Taylor Lautner, makanya suka dipanggilin Mas Jacob sama kita. Sayang si mas-nya udah resign.. (*knp jadi bahas mas-nya siik -___-). Nama-nama menunya juga "alam" banget. Cappucino Borneo Forest, Cappucino Black Forest Cherry (my fav), Nasi Goreng Merapi, dll. Disini juga ada papan yang isinya wish-list dari para traveler, yang isinya tempat-tempat yang pengen mereka kunjungi. Semacam mading gitu. Lucu deh konsepnya. Klo 'hutan'-nya kaya Kedai Kopi Mata Angin, gue mau sih tersesat mulu. Hahaha =D

***

Kayanya untuk saat ini 6 aja dulu yaa yang dibahas. Udah ada coffee shop, cake shop, snacks, dan tempat buat Lunch atau Dinner. Geus kumplit ceuk urang Sunda mah =)
Buat kalian yang pengen jalan-jalan ke bandung, cobain maen kesini yaa. Jangan haya di PVJ atau Ciwalk doang =p
Dan yakinlah, Bandung selalu punya sejuta pesona untuk dikunjungi. Sekian dan salam rinduku untuk Bandung, a place that i called Home :')
 

aphrodityasherlisa Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template